Latest Post

Showing posts with label kabar internasional. Show all posts
Showing posts with label kabar internasional. Show all posts

Adzan Pertama Kali Berkumandang di Vatikan

Written By Jurnalis on Sunday, June 8, 2014 | 10:00 PM

Jakarta- Berkumandangnya adzan di Vatikan untuk pertama kalinya dalam sejarah menujukkan dakwah Islam berkembang Pesat di pusat Ibu Kota Italia, Roma. Hal ini sungguh luar biasa dan patut disyukuri.

Mantan duta besar RI untuk Qatar, Abdul Wahid Maktub, menyatakan Masjid terbesar di Eropa saat ini berada di Roma, yang notabene dekat sekali dengan Vatikan (ibarat negara dalam negara).

"Mendengar dan membaca berita ini, bagi saya suatu hal biasa dan tidak terlalu mengejutkan. Namun, patut disyukuri perkembangan dakwah Islam di pusat kota Roma sungguh luar biasa," tutur Abdul Wahid saat dihubungi Republika, Ahad malam (8/6).

Kegiatan semacam ini membawa pesan dunia bahwa konflik Arab (Palestina) - Israel sebenarnya bukanlah konflik agama, melainkan konflik politik.  Itu sebabnya, agama harus dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen penyelesaian dan solusi konflik Palestina, bukan justru  memperparah konflik yang ada.

Upaya Vatikan ikut membantu  mediasi konflik itu patut dihargai semua pihak. "Namun, saya masih tetap pesimistis karena sudah banyak resolusi PBB yang tidak dipatuhi Israel, apalagi negara kecil Vatikan. Padahal, PBB adalah badan dunia," tuturnya.

Ketua DPP PKB itu juga berharap pendekatan baru upaya mediasi Vatikan akan membawa dampak yang baik terhadap kesadaran publik.

Agama dan Tokoh Agama dapat memainkan peranan yang cukup signifikan bagi upaya terciptanya perdamaian dan keamanan dunia (world peace and security). "Saya sendiri pernah beberapa kali melakukan sholat jum'at di Mesjid terbesar di Eropa itu," papar Abdul Wahid.

Ia juga merasa sangat terkejut karena jamaahnya membludak luar biasa, penuh dan tidak ada tempat yang kosong.

Pemandangan yang sungguh indah adalah jamaahnya sungguh sangat beragam, bahkan tidak sedikit yang berkulit putih alias orang asli roma sendiri. Artinya, jelas Abdul Wahid, kegiatan Adzan, membaca Alquran dan Sholat di Roma, yang sangat dekat dengan Vatikan, bukanlah suatu kegiatan baru yang dianggap aneh dan unik, tetapi sudah menjadi pemandangan biasa.[sp/rol]

Mualaf Australia: Islam Agama yang Cinta Damai

Written By Jurnalis on Tuesday, June 3, 2014 | 2:00 AM


Laman The Australia di 2011 lalu pernah menulis bahwa jumlah kaum Muslim di Australia akan terus meningkat hingga empat kali lipat 20 tahun mendatang. Artinya, di 2030, Muslim Negeri Kanguru bertambah dari 399 ribu menjadi 714 ribu atau meningkat 80 persen.

Hasil studi Pusat Riset Pew di Amerika Serikat ini menunjukkan minat warga Australia dalam mempelajari Islam cukup besar. Salah satunya diakui sendiri oleh Reuben Brand, seorang mualaf asal Sydney.

Peserta program Pertukaran Pemuda Muslim (MEP) tahun ini mengaku sudah sejak lama tertarik untuk belajar agama Islam. Pria 22 tahun ini mengakui bahwa semua agama di dunia mengajarkan kebaikan, tetapi hanya Islam yang membuatnya tertarik.

"Tetapi, satu agama yang menarik perhatian saya dan ingin saya dalami yaitu Islam," kata Brand kepada VIVAnews, Selasa 13 Mei 2014.

Dia mengaku bahwa pertama kali mengenal Islam dari kawannya. Mereka kerap terlibat pembicaraan mengenai politik, sejarah, dan Islam.

Brand menjelaskan, kehidupan sebagai seorang Muslim di Negeri Kanguru sama saja dengan menjadi pemeluk agama lainnya. Menjadi seorang Muslim di Australia, kata dia, tidak mengubah apa pun dalam hidupnya.

"Kami tetap dapat beribadah secara bebas. Ada beberapa masjid di setiap kota besar di Australia. Apabila tidak ada masjid, musala pun bisa terlihat di hampir seluruh penjuru Australia. Di Melbourne, saat ini, sudah terdapat 50 masjid," kata dia.

Islam Cinta DamaiDitanya soal sterotipe Islam yang lekat dengan tindak kekerasan, khususnya setelah terjadi tragedi kemanusiaan 11 September 2001, Brand menepis anggapan itu. Di matanya, peristiwa itu tidak mewakili Islam yang sesungguhnya.

"Islam adalah agama yang cinta damai. Sebagai seorang Muslim yang baik, kami mencoba untuk memberikan pendidikan kepada publik soal itu. Hubungan antarwarga seperti program MEP ini tentu dapat meningkatkan pemahaman mengenai Islam," kata dia.

Dia pun menepis anggapan warga Australia rasis. Brand menegaskan, Negeri Kanguru adalah negara multikultural dan etnis. "Sebanyak 49 persen warga Australia dilahirkan di luar negara kam,i dan kita datang dari berbagai latar budaya berbeda," ujar dia.

Fakta itu, lanjut Brand, mencerminkan luasnya keragaman budaya komunitas Muslim Australia dan betapa warga Australia begitu hangat terhadap orang baru yang datang dari beragam etnis. Ditanya hal yang ingin dipelajarinya selama di Indonesia, Brand mengatakan ingin mengetahui soal semangat Pancasila.
"Di Australia, kaum Muslim merupakan minoritas, sedangkan di sini menjadi mayoritas. Pancasila merupakan konsep yang bagus untuk kami. Bagaimana warga Australia dapat hidup secara berdampingan dengan orang dari latar belakang berbeda," tutur dia.

Brand merupakan satu dari lima pemuda Muslim yang terpilih dalam program MEP 2014. Menurut situs resmi Kedutaan Besar Australia, program itu sudah dimulai sejak 2002, sebagai langkah untuk mempromosikan pemahaman mengenai Islam di kedua negara.

Sejauh ini, 47 warga Australia dan 122 warga Indonesia telah berpartisipasi dalam program tersebut. Selain berkunjung ke Jakarta, peserta MEP 2014 asal Australia juga menyambangi Bandung dan Yogyakarta.[sp/vivanews]

Ka'bah Dicuci dengan Air Zamzam dan Harum Bunga

Written By Jurnalis on Monday, June 2, 2014 | 5:00 PM

Pekan lalu, tepatnya 29 Mei 2014 atau 30 Rajab 1435 H, Ka'bah dicuci oleh Gubernur Makkah Pangeran Mish'al bin Abdullah bin Abdul Aziz. Ia mewakili penguasa Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Menilik namanya, Mish’al adalah putra Abdullah.
 
Prosesi pencucian Rumah Allah SWT  pada pagi hari itu berjalan lancar. Ketika tiba di pelataran thawaf, ia disambut oleh Ketua Lembaga Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Dr Abdul Rahman Al Sudais. Lalu Pangeran Mish'al dan rombongan – antara lain para ulama, tokoh masyarakat, pejabat, dan diplomat dari negara-negara Islam – melaksanakan ibadah thawaf, yakni memutari Ka'bah sebanyak tujuh kali dan diakhiri dengan menyentuh Hajar Aswad.

Sheikh Al Sudais sendiri baru menjabat sebagai Ketua Lembaga Urusan Al Haramain (Majidil Haram dan Masjid Nabawi) setahun lalu. Sebelumnya, ia merupakan imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Lalu menjadi kepala para imam di kedua masjid itu. Sebagai imam, Sheikh Al Sudais tentu hafal seluruh ayat Alquran. Bahkan lantunan suaranya bisa diunduh di internet dan kini menjadi model bacaan para imam di Indonesia. Al Sudais juga akrab dengan para ulama di negera kita. Beberapa kali ia berkunjung dan memberi ceramah di pesantren, perguruan tinggi, dan majelis taklim.

Usai thawaf, Pangeran Mish'al lalu menerima kunci pintu Ka'bah yang dibungkus dalam sebuah tas terbuat dari beludru berwarna hijau dari perwakilan Bani (Suku) Shaiba. Yang terakhir ini secara turun-menurun merupakan pemegang kunci pintu Ka'bah sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW.

Setelah memasuki Ka'bah lewat tangga kayu yang disediakan, Pangeran Mish'al dan rombongan secara bergantian melaksanakan shalat dua rakaat di tempat yang, konon, Nabi Muhammad SAW pernah berdoa di sana. Setelah rombongan keluar, Pangeran Mish'al lalu memimpin prosesi pencucian Ka'bah. Mula-mula lantai Ka'bah kemudian dinding bagian dalam dan seterusnya. Pencucian dengan menggunakan air Zamzam yang dicampur dengan wewangian berbagai bunga dan parfum oud dan misk, lalu dikeringkan dengan kain putih. Proses pencucian Ka'bah hanya berlangsung sekitar satu jam.

Lalu apa yang menarik dari prosesi pencucian Ka'bah tersebut? Toh, pencucian Rumah Allah SWT itu dilakukan secara rutin setiap tahun dua kali. Yaitu menjelang datangnya bulan Ramadhan seperti sekarang dan menjelang pelaksanaan ibadah haji. Prosesi, upacara, dan tata-cara pencuciannya pun hampir sama. Kalaupun ada perbedaan adalah orang-orang yang melakukannya. Sementara itu, kiswah atau baju Ka'bah juga diganti rutin setahun sekali. Kiswah yang lama oleh Lembaga Urusan Al Haramain lalu dipotong-potong dan diberikan kepada tamu-tamu kehormatan Kerajaan Arab Saudi sebagai hadiah.

Yang menjadi perhatian saya justeru bagaimana reaksi jamaah haji atau umrah yang kebetulan menyaksikan prosesi pencucian Ka'bah tersebut. Bahkan sering terdengar ada jamaah yang bersedia membayar mahal biro perjalanan yang bisa memasukkan ke dalam rombongan prosesi pencucian Ka'bah. Saya pun teringat beberapa tahun lalu ketika ikut menyaksikan prosesi pencucian Ka'bah menjelang pelaksanaan ibadah haji.

Prosesi pencucian Ka'bah berjalan seperti biasa seperti yang dijelaskan di atas. Namun, usai pencucian banyak jamaah yang berusaha mengejar apa pun yang telah digunakan untuk menbersihkan Rumah Allah itu. Ada yang mengejar tangga berjalan yang baru digunakan untuk mencuci Ka'bah dan kemudian ramai-ramai menciuminya.

Ada yang berusaha mendapatkan air bekas mencuci Ka'bah dan lantas menyiramkannya ke sekujur badan. Bahkan ada yang meminumnya. Malah ada yang mengejar petugas pencuci Ka'bah dan menciumi tangannya. Saking berebutannya, pernah beberapa kali kejadian ada jamaah yang terinjak-injak dan bahkan ada yang meninggal dunia hanya untuk dapat menyentuh tangga atau mendapatkan air bekas mencuci Ka'bah.

Potongan atau robekan kiswah Ka'bah pun kini menjadi barang buruan para jamaah. Banyak jamaah yang berani membayar mahal untuk sepotong robekan kiswah. Bahkan setahun lalu ada jamaah haji kita yang berusaha menggunting kiswah. Jamaah ini lalu ditangkap dan menjadi urusan aparat keamanan Saudi.

Saya tidak tahu bagaimana orang-orang itu rela berdesakan dan bahkan terinjak-injak hanya untuk dapat mencium tangga, mendapatkan air bekas mencuci Ka'bah, dan memburu robekan kiswah Ka'bah. Semua barang-barang itu tentu tidak ada hubungannya dengan agama. Keberkahan pun juga tidak ada. Saya memang menyimpan potongan kain kiswah yang saya bingkai dan saya gantung di dinding rumah. Potongan kiswah itu saya peroleh dari Ketua Lembaga Urusan Al haramian ketika saya menjadi tamunya. Namun, barang itu hanyalah sebagai kenangan. Tidak lebih. Bukan jimad, apalagi mengharapkan keberkahan hanya dari sepotong kain kiswah Ka'bah.

Bukan hanya itu. Untuk bisa mencium Hajar Aswad, banyak jamaah yang rela berdesakan dan malah terinjak-injak. Juga untuk mencium makam Ibrahim AS di samping Ka'bah, berupa bangunan kecil dari besi berlapis emas dan kaca. Di dalamnya terdapat cetakan kaki, yang konon bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka'bah. Padahal mencium Hajar Aswad hanyalah sunat. Bahkan cukup hanya melambaikan tangan. Sedang yang disunatkan di makam Ibrahim adalah shalat dua rakaat.

Padahal pula, rumah Hajar Awsad yang terbuat dari tembaga/kuningan berlapis emas dan rumah makam Ibrahim yang ada sekarang adalah baru. Yang dibuat pada masa pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Sedang yang lama kini tersimpan di museum Al Haramain yang berada di pinggiran Kota Mekah. Tidak jelas di mana rumah makam ibrahim dan Hajar Aswad dibuat. Namun, benang sutera untuk mebuat kiswah Ka'bah konon diimpor dari negeri Cina.
Perilaku jamaah haji dan umrah selama di Mekah dan Madinah jelas menggambarkan bagaimana kualitas keagamaan umat Islam secara menyeluruh. Saya khawatir apa yang pernah dikatakan almarhum Presiden Soekarno masih terjadi pada umat Islam sekarang ini. Yaitu apa yang dilaksanakan oleh umat Islam bukan api agama tapi asapnya. Wallahu a'lam bis shawab.

Ikhwanul Kiram Mashuri

Abbas Akan Umumkan Pemerintahan Baru Palestina

Written By Jurnalis on Thursday, May 29, 2014 | 1:00 AM


Presiden Palestina Mahmud Abbas akan mengumumkan pemerintah persatuan pada hari Kamis besok, mengakhiri tujuh tahun pemerintahan yang berseteru di Tepi Barat dan Jalur Gaza, kata seorang pejabat.
 
“Kami telah selesai melakukan konsultasi mengenai pemerintah nasional  hasil konsensus,” kata Azzam al-Ahmed, utusan gerakan Fatah pimpinan Abbas, kepada AFP yang dilansir Channel News Asia Rabu (27/5/2014), setelah pembicaraan di Gaza dengan penguasa Hamas.

“Pengumuman ini akan disampaikan presiden beberapa saat mendatang,” katanya

Organisasi Pembebasan Palestina, yang didominasi oleh Fatah, menandatangani kesepakatan rekonsiliasi tak terduga-duga dengan Hamas pada tanggal 23 April, yang memberikan kedua belah pihak lima minggu untuk menyusun “pemerintahan mandiri ” teknokrat yang dipimpin oleh Abbas.

Kesepakatan mengenai pemerintah persatuan akan membuka jalan bagi pemilihan presiden dan parlemen yang telah lama tertunda .

Hamas menang telak dalam pemilu parlemen terakhir pada tahun 2006.Tapi Uni Eropa dan Amerika Serikat menolak menjalin hubungan dengan gerakan Islam tersebut, kecuali jika meninggalkan kegiatan perlawanan dan  mengakui Zionis Israel beserta kesepakatan perdamaian yang telah dicapai di masa lalu.

Perwakilan dari faksi yang bertikai telah melakukan beberapa putaran pembicaraan untuk menyembuhkan pertikaian berdarah karena Hamas mengusir Fatah dari Gaza dalam bentrokan mematikan pada tahun 2007.

Kedua belah pihak menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo pada tahun 2011 dan Doha pada tahun 2012, tetapi kesepakatan tidak terlaksana.

Hamas sebelumnya mendapat dukungan Mesir di bawah Presiden Mohammad Mursy dari Ikhwanul Muslimin, tetapi kemudian mendapat tekanan dari Kairo sejak militer menggulingkan Mursy pada bulan Juli tahun lalu dan mengetatkan lintas menuju Gaza dengan menutup perbatasan Rafah dan menghancurkan terowongan yang digunakan untuk membawa pasokan penting.

“Kontak sedang berlangsung dengan Mesir terhadap perlintasan Rafah, dan akan ada langkah-langkah pembicaraan setelah pemerintah terbentuk,” kata Ahmed.

Gaza mengalami krisis bahan bakar terburuk setelah Mesir menghancurkan terowongan tahun lalu. Pada saat yang sama, kelompok hak asasi memperingatkan bahwa warga Gaza tidak bisa mendapatkan akses yang tepat untuk perawatan medis dengan melalui perbatasan, baik Rafah atau Erez di utara Gaza, yang dikontrol tentara Zionis Israel.

Rekonsiliasi kesepakatan itu menimbulkan kemarahan dari pihak  Israel, menempatkan ‘paku terakhir di peti mati’ dari pembicaraan damai yang ditengahi AS antara negara Zionis dan kepemimpinan Palestina berbasis di Tepi Barat, Abbas.

Washington telah menegaskan bahwa pemerintah Palestina harus berkomitmen “jelas” dengan prinsip-prinsip non-kekerasan dan mengakui eksistensi Israel. Ini mengacu pada penolakan Hamas untuk mengakui Israel dan mendukung perjuangan bersenjata melawan Zionis Israel.[sp/hidayatullah.com]

Militerisme Membajak Demokrasi Mesir

Written By Jurnalis on Wednesday, May 14, 2014 | 4:30 AM

Berita mengejutkan datangnya dari Mesir itu hampir tidak ada gaungnya di Indonesia. berita buruk dari Negeri Nil seolah lenyap bersama angin, hanya ada kepulan "awan tipis" menghimbau kesadaran dan solidaritas masyarakat indonesia yang kemudian lenyap tanpa bekas.

Berita itu bukan sekadar mengejutkan, tetapi juga tidak masuk akal. Bacalah kembali: Pengadilan di Minya, di kawasan selatan Kairo pada 25 Maret lalu menjatuhkan hukuman mati secara massal kepada 528 para pendukung Presiden Mohammad Mursi yang notabene merupakan anggota atau simpatisan organisasi al-Ikhwan al-Muslimun (IM).

Mereka dijatuhi hukuman mati atas tuduhan menyerang pos polisi Minya pada Agustus 2013. Serangan ini selain menewaskan para penyerang, juga wakil kepala polisi Minya. Hanya 147 tertuduh yang hadir di pengadilan; selebihnya dijatuhi hukuman mati secara in-abstentia.

Proses ini nampalknya bukan pengadilan; tetapi penetapan hukuman. Para tersangka yang dikurung dalam ruang kecil kotak berkawat rapat tidak diberi waktu membela diri. Para tersangka disediakan pembela yang tidak dibenarkan membantah ‘bukti’ yang diajukan negara lewat jaksa. ‘Pengadilan’ menghabiskan waktu kurang dari satu menit bagi setiap tersangka, yang digunakan hakim tanpa basa basi untuk langsung menetapkan hukuman mati.

Karena itu tidak mengherankan jika Amnesti Internasional menyebut sidang tersebut sebagai ‘pengadilan’ sesat yang sama sekali menyimpang dari logika akal sehat. Sidang itu tidak dapat disebut pengadilan karena gagal memenuhi standar dasar keadilan. Hasilnya, penetapan hukuman mati tidak lain adalah keputusan sesat pengadilan yang didikte diktator militer yang menyembunyikan diri di balik pemerintahan ‘sipil’ interim pimpinan ‘Presiden’ Mansour Adly.

Banyak pengamat internasional tentang Mesir menyatakan, penetapan hukuman mati itu adalah salah satu bukti terburuk ‘pembajakan’ demokrasi (democracy hijacking) oleh militer. Seolah ‘cuci tangan’ dari militerisme yang mengambilalih kekuasaan dari Presiden Mursi yang terpilih secara demokratis, Jenderal Abdel Fatah El-Sissi mempurnawirawankan diri. Dengan begitu, dia dapat menyertai demokrasi prosedural lewat Pilpres yang direncanakan berlangsung dan dimenangkannya pada 26-27 Mei 2014 nanti. Inilah ‘pembajakan’ demokrasi.

Ironi dan tragedi tengah mengejawantahkan diri di Mesir. Militerisme kembali ke panggung kekuasaan dengan memanfaatkan kekeliruan Presiden Mursi melakukan ‘ikhwanisasi’ begitu berkuasa. Adalah El-Sissi melalui jaringan militer mendorong bangkitnya kekuatan anti-Mursi dan anti-IM, yang kemudian dijadikan alasan menggusur Mursi dari kursi kepresidenan.

Cerita selanjutnya adalah zero-sum-game, permainan hidup mati ala militer. Para pimpinan IM dijebloskan ke penjara; sekitar 1.200 orang—termasuk Mursi—telah, sedang atau bakal diajukan ke pengadilan dengan tuduhan melakukan kekacauan atau memprovokasi massa. Mereka bisa dipastikan tidak bakal mendapat keadilan. Lalu kantor dan gedung IM disegel, aset keuangannya dibekukan, dan bahkan dinyatakan sebagai ‘organisasi teroris”. Tidak ada kompromi atau akomodasi dari pihak militer yang memungkinkan kelak terbukanya pintu rekonsiliasi.

Sayangnya, tidak banyak masyarakat dunia dan pemerintah negara yang peduli dengan kembalinya militerisme ke puncak kekuasaan Mesir. Mereka seolah membiarkan Mesir dalam keadaan limbo untuk terjerumus masuk abyss—lubang dalam hitam-kelam tidak berdasar.

Jika banyak lembaga internasional—semacam Amnesti Internasional—beserta pemerintahan negara-negara Barat mengecam keras keputusan hukuman mati massal tadi, hampir tidak terdengar suara dari lembaga dan pemerintahan di kawasan Dunia Muslim. Media massa internasional melaporkan, hanya PM Turki Tayyip Recep Erdogan, yang juga sedang menghadapi Pemilu sela menyempatkan diri mengutuk penjatuhan hukuman mati itu.

Pemerintah Indonesia kelihatan juga bungkam seribu bahasa. Hanya MUI lewat salah satu pimpinannya Anwar Abbas, mengatasnamakan ulama Indonesia, mengecam penetapan hukuman mati itu. Juga ada beberapa ormas dan kelompok Islam non-arus utama yang mengecam keras. Selebihnya nampak tidak peduli.

Jika pemerintah Indonesia mati-matian memperjuangkan pembatalan hukuman mati untuk TKW Sutinah di Arab Saudi dengan membayar diyat tak sedikit, sekitar Rp 9-10 milyar, apakah tidak pada tempatnya juga memperlihatkan solidaritas kemanusiaan kepada warga Mesir? Tidakkah patut jika Presiden SBY mengirim utusan khusus untuk memperbaiki kenestapaan dan keaniayaan itu?

Jika pemerintah Indonesia (dan juga MUI dan ormas Islam lain seperti NU, Muhammadiyah dan semacamnya) mau, kesempatan masih ada karena keputusan hukuman mati itu kini sedang dibawa kepada pemegang otoritas keagamaan tertinggi Mesir, Grand Mufti al-Azhar; apakah hukuman mati itu dia setujui atau tolak. Hukuman tetap (inkraag) bakal ditetapkan pada 28 April. Jadi, masih ada waktu bagi pihak yang memiliki leverage (daya tekan, seperti pemerintah, dan ormas) melakukan lobbi dalam usaha menyelamatkan kemanusiaan.

Oleh: Azyumardi Azra ( resonansi / republika.co.id )

Jawaban Sultan Brunei Terhadap Kecaman Dunia Barat

Written By Jurnalis on Monday, May 12, 2014 | 10:00 PM


Sekitar  dua minggu lalu lama Brunei Darussalam menerapkan hukum syariat Islam, beberapa kalangan langsung menyatakan penolakan. Tak terkecuali selebritas dan pengusaha kelas dunia. Mereka dilaporkan ramai-ramai melakukan aksi boikot. Salah satunya adalah sebuah yayasan feminis yang berkantor di AS juga ikut serta dalam aksi tersebut.
Tidak cukup hanya itu, para pengusaha dunia, selebriti, dan tak ketinggalan media-media Barat juga turut mengecam keputusan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.
Lantas, bagaimana tanggapan dari Brunei, atau Sultan Brunei terkait hal ini?
“Di negara Anda, Anda mengklaim menerapkan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan sebagainya. Hal tersebut ada dalam konstitusi Anda dan sistem politik Anda, identitas nasional Anda, hak Anda dan cara hidup Anda. Di negara kami, kami mempraktekkan budaya Melayu, Islam, Sistem Monarki, dan kita akan menerapkan hukum dan Syariah Islam. Islam adalah konstitusi kami, identitas nasional kami, hak kami, dan cara hidup kami,” tegas Sultan Hassanal hari Kamis (8/5/2014).
“Kita bisa menemukan kelemahan pada hukum dan keadilan dan Anda mungkin bisa menemukan hal tersebut ada pada diri kami, namun ini adalah negara kami. Seperti halnya Anda yang mempraktikkan hak menjadi gay, mencaci-maki agama dan sebagainya. Untuk negara kami, kami mempraktikkan hak kami untuk menjadi Muslim sekarang dan selamanya. Ini adalah negara Islam yang mempraktikkan hukum Islam,” ujar Sultan.
“Mengapa Anda harus mengkhawatirkan kami? Mengapa Anda tidak mengkhawatirkan anak-anak Anda yang ditembak mati di sekolah, atau penjara yang tak mampu lagi menampung banyaknya narapidana, atau tingginya tingkat kriminal, atau tingginya tingkat bunuh diri dan aborsi, dan segala hal yang harusnya Anda khawatirkan di negara Anda? Sebagian besar agama juga mengecam homoseksual, itu bukan hal yang baru. Anda menyalahkan dan memboikot Muslim saat Anda mendengar Islam dan Muslim menyatakan kepercayaannya. Anda menyatakan bahwa itu keliru, itu bodoh, itu barbar,” tandas Sultan berapi-api.
“Sekali lagi, kembalilah pada diri Anda sendiri yang seharusnya Anda khawatirkan! Khawatirkan kebijakan Anda tentang legalisasi senjata api, aborsi, dan gaya hidup yang menyebabkan AIDS dan terputusnya generasi selanjutnya,” tambahnya.
“Mengapa Anda sangat perhatian sekali terhadap apa yang terjadi di sini dalam negara Islam yang Anda bahkan tidak membuka mata Anda terhadap apa yang terjadi di Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, Mesir dan sebagainya? Ribuan orang terbunuh dan Anda tidak peduli sama sekali! Tidak ada satupun orang yang terbunuh disini di bawah hukum Islam ini. Bahkan saat ini Anda membuat omong kosong besar tentang Syariah Islam di negara kami, padahal saat ini penduduk kami mau menerima pemberlakuan Syariah Islam itu dengan damai.
“Kalaupun adanya hukuman yang mungkin lebih kejam dari sistem Islam bukan berarti hal tersebut sangat mudah untuk dilakukan. Ada proses panjang sebelum eksekusi hukuman. Kami setuju saja dan kami senang dengan hal tersebut, namun, sekali lagi, mengapa Anda perlu mengkhawatirkan kami? Khawatirkan diri Anda sendiri,” demikian Sultan. [sp/ip/mynewshub]

Ormas Islam Kecam Keras Aksi Boko Haram

Jakarta - Forum ukhuwah Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam tingkat pusat mengecam keras penculikan atas sejumlah pelajar wanita oleh kelompok Boko Haram di Negeria.

"Kami mengecam keras aksi tersebut," kata Ketua Umum al-Irsyad al-Islamiyah Abdullah Zaidi yang mewakili ormas Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, Senin.

Abdullah mengatakan tindakan tersebut sejatinya bertentangan dengan prinsip Islam.

"Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip Islam yang melarang segala bentuk tindak kekerasan khususnya terhadap kaum wanita dan mereka yang tidak bersalah," ujar Abdullah.

"Kami meminta kepada kelompok Boko Haram untuk melepas mereka tanpa syarat," tambahnya.

Kelompok garis keras di Nigeria, Boko Haram, melakukan serangan pembunuhan secara brutal seperti mengebom, membantai, dan menculik. Kekerasan demi kekerasan mereka lakukan yang kerap dilakukan di tempat umum yang ramai.

Sebanyak 270 siswi perempuan diculik pada 14 April lalu dan 53 di antaranya berhasil melarikan diri setelah ditangkap di Kota Chibok, Nigeria.

Sejumlah tokoh dan politisi di berbagai negara di dunia pun turut mengecam aksi tersebut.

Sementara itu Presiden Barack Obama mengirimkan tim termasuk para pakar terkait dan personel militer AS untuk membantu membebaskan korban.

Sedangkan Michelle memuat fotonya yang sedang memegang kertas putih dengan tulisan #BringBackOurGirls yang juga diikuti sejumlah selebritis dunia serta publik di sejumlah negara yang turun ke jalan membentangkan spanduk tersebut. [sp/antaranews]

Orang Berjenggot di Xinjiang Mendapat Cap Teroris

Written By Jurnalis on Sunday, May 4, 2014 | 1:00 AM

Urumqi - Pihak berwenang di Provinsi Xinjiang, Cina, menawarkan hadiah uang tunai kepada para warga yang mau melaporkan tetangga mereka yang memelihara janggut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat untuk menekan praktik keagamaan masyarakat Muslim Uighur di wilayah tersebut.
“Kebanyakan masyarakat Xinjiang hidup dalam kemiskinan. Jadi, lewat insentif ini, pemerintah mencoba mendorong orang-orang Uighur untuk mengkhianati sesama mereka dengan iming-iming keuntungan finansial,” kata Juru Bicara Kongres Uighur Dunia (WUC), Alim Seytoff kepada Aljazeera akhir pekan ini., seperti yang dilansir republika online.
Dia menuturkan, pemerintah Cina baru-baru ini mengumumkan penawaran hadiah bagi setiap informan yang mau melaporkan tetangga mereka yang memelihara janggut. Besaran hadiah yang ditawarkan pun variatif, yakni mulai dari 50 hingga 50 ribu yuan (berkisar delapan sampai 8.000 dolar AS).
Ini bukanlah kali pertamanya otoritas lokal Cina berupaya menghapus praktik keagamaan umat Muslim di wilayah Xinjiang. Agustus lalu, seorang warga bernama Arzugul Memet, diusir paksa dari kontrakannya lantaran mengenakan cadar.
Tak hanya itu, pihak berwenang di Xinjiang juga telah meluncurkan kampanye berlabel ‘Project Beauty’. Tujuannya adalah untuk mencegah penduduk setempat mengenakan kerudung yang sudah menjadi praktik umum berbusana di kalangan perempuan Uighur.
Provinsi Xinjiang telah mendapatkan hak otonomi sejak 1955. Namun demikian, wilayah ini terus saja dijadikan sasaran tindakan keras keamanan besar-besaran oleh pemerintah Beijing. Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang Cina melakukan tindakan represif terhadap hak beragama Muslim Uighur di Xinjiang dengan dalih menangkal terorisme.[s

Wali Kota Ini Ingin Menyetop Pembangunan Masjid

Written By Jurnalis on Saturday, May 3, 2014 | 4:00 AM


Paris -- Wali Kota Mantes la Ville di Distrik Paris yang baru saja terpilih, Cyril Nauth, akan merealisasikan janjinya saat berkampanye ketika pemilihan wali kota. Dia berjanji untuk menyetop proyek pembangunan masjid baru di kota itu. 

Dikutip dari World Bulletin, sebelum wali kota itu menang, dewan kota yang didominasi oleh sosialis telah berencana membeli sebuah gedung publik untuk menjualnya kembali ke organisasi Muslim yang akan dikembangkan lagi menjadi sebuah masjid. Dengan kemenangan Nauth, rencana tersebut bisa jadi gagal.

Kepala Komunitas Masjid, Abdelaziz El Jaouhari mengatakan kepada Le Monda, selain diskriminasi terhadap Muslim, tidak ada alasan lain untuk menyetop pembangunan proyek tersebut. 

"Kami sedang mencoba untuk membangun sebuah tempat bermartabat untuk shalat selama kurun waktu 25 tahun. Setiap kelompok keagamaan lain memiliki tempat, dan saya tidak melihat alasan mengapa kami dibedakan,"katanya. 

Awal bulan ini, masjid tersebut meluncurkan komplain usai adanya potongan daging babi dan surat ancaman yang terdapat di kotak surat. Ancaman tersebut juga mengharapkan wali kota baru, Cyril Nauth berhasil dalam membersihkan Muslim. 

"Tidak ada pertanyaan lagi bahwa ini adalah aksi rasis dan provokatif. Ini adalah pertamakali dalam 12 tahun, eksistensi masjid terancam karena serangan rasis,"ujar Jaohari. 

Islam adalah agama dengan populasi pemeluk kedua terbesar di Prancis usai Katolik Roma. Diperkirakan, umat Islam mengisi 10 persen dari 6,3 juta orang dewasa. Kebanyakan berasal dari Algeria dan Maroko.

Brunei Darussalem Sudah Terapkan KUHP Syariah

Written By Jurnalis on Friday, May 2, 2014 | 7:00 PM

Bandar Sri Begawan -- Brunei telah memberlakukan tahap pertama hukum syariah Islam ke dalam sistem peradilan pidana sejak Kamis (1/5).
Penguman tersebut disampaikan dalam upacara deklarasi khusus diInternational Convention Centre (ICC) pada Rabu (30/4), seperti yang dilansir Brunei Times.


Atas izin Allah dan dasar iman, kata Raja Bruneidarussalam, Sultan Hassanal Bolkiah Mu'izzadin Waddaulah, mengumumkan pada Kamis (1/5) akan dilakukannya tahap pertama hukum syariah dalam KUHP Orde 2013 yang akan dilanjutkan dengan tahap selanjutnya. 



Sultan menjelaskan, KUHP Syariah adalah kebangkitan hukum Islam yang pernah dipraktikkan pada abad kesultanan lalu dan hal itu merupakan 'kewajiban pribadi' untuk menegakkan hukum-hukum Allah.



"Fokus kami dalam melaksanakan hal ini hanya pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mencari ridho-Nya saja, kami tidak melihat kanan atau kiri untuk mencari dan mendapatkan persettujuan orang lain," lanjut Raja Bruneidarussalam itu.

Sebelumnya Raja Brunei mendapat kritikan dari kelompok-kelompok hak azasi manusia (HAM) internasional. Beberapa kritikannya adalah seputar penerapan hukum Islam, seperti rajam, ambuk dan hukuman mati.
Sultan menjelaskan, beberapa teori menyatakan hukum Allah kejam dan tidak adik, tetapi Allah SWT yang menyatakan hukumnya, berapakah nilai dari teori tersebut dibandingkan dengan ayat-ayat Allah SWT?


"Kami tidak pernah melihat dari sudut negatifnya, karena apa yang mereka lakukan merupakan hak-hak dan pilihan masing-masing, meskipun begitu kami juga tidak mengharapkan mereka menerima dan setuju terhadap keputusan kami, menghormati keputusan kami saja sudah cukup seperti kami menghormati mereka," katanya menegaskan.



Sultan menambahkan, keputusan menerapkan KUHP syariah Orde 2013 tidak dibuat berdasarkan kemauan pribadi, tetapi perintah Allah SWT yang telah ditentukan dalam Alquran dan Sunah. 



"Saya senang adanya dukungan warga negara dan penduduknya yang non-Muslim, termasuk juga dukungan dari Dewan Legislatif, mengenai peraturan KUHP Syariah." kata Sultan. [sp/rol]

Subhanallah... Putra Pembuat Film 'Fitna' Masuk Islam

Written By Jurnalis on Tuesday, April 22, 2014 | 5:00 PM

Kairo- Iskander Amien De Vrie, putra mantan politikus Belanda anti-Islam, Arnoud van Doorn, akhirnya mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang Muslim. 

Seperti orang tuanya, De Vrie menemukan hidayah setelah mempelajari Alquran.

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad (SAW) adalah hamba dan utusan terakhir-Nya,” ujar Iskander ketika mengucapkan Kalimat Syahadat, seperti dilaporkanKhaleej Times, Senin (21/2).

Iskander adalah salah satu di antara 37 orang yang masuk Islam selama berada di Dubai International Peace Convention. 

“Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang baik dalam agama ini, dan itu akhirnya mengubah persepsi saya tentang Muslim,” kata putra Doorn itu lagi.

Sejak melihat perubahan sang ayah, Iskander mengaku mulai tergerak hatinya untuk mempelajari Alquran. Ia pun sengaja meluangkan waktunya untuk mendengarkan ceramah dari para ulama terkemuka.

Arnoud van Doorn dulunya adalah mantan anggota Partai Kebebasan (PVV), sebuah partai politik sayap kanan garis keras di Belanda.

Ia merupakan salah satu dari para pemimpin PVV yang membantu memproduksi sebuah film provokatif berjudul ‘Fitna’ pada 2008 yang isinya menghubung-hubungkan Islam dan Alquran dengan kekerasan.

Akan tetapi, siapa yang menyangka jika hal tersebut justru menuntun van Doorn kepada cahaya kebenaran Islam. Tahun lalu, ia memutuskan menjadi seorang Musilm setelah mempelajari Alquran secara mendalam dan membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad SAW.

“Sampai sekarang, saya masih sangat menyesal karena telah mendistribusikan film (Fitna) itu. Saya merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan yang telah saya lakukan di masa lalu,” kata Doorn seperti dilansir OnIslam.net.

“Untuk itu, saya ingin menggunakan segala bakat dan kemampuan yang saya miliki dalam cara yang positif dengan menyebarkan kebenaran tentang Islam.” [sp/republikaol]

Penegakan Syariat Islam di Brunei Dikecam PBB

Written By Jurnalis on Monday, April 21, 2014 | 10:00 PM

Keputusan pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah menerapkan syariah Islam menuai kecaman dari Komisi Tinggi HAM PBB (UHCHR). Dalam pernyataannya, Komisaris UHCHR Rupert Colville mengatakan bahwa hukuman mati untuk berbagai tindakan yang disebut adalah pelanggaran hukum internasional.

“Kami mendesak pemerintah menunda penerapan revisi hukum tersebut dan melakukan peninjauan yang komprehensif untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar hak asasi manusia internasional,” kata Colville.

Protes juga telah disampaikan oleh kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual), Gill Action, dengan membatalkan acara konvensi yang rencananya akan digelar di Beverly Hills Hotel, Amerika Serikat, 1-4 Mei mendatang. Hotel tersebut adalah milik Dorchester Group yang dikendalikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Walaupun menerapkan hukuman mati dalam undang-undangnya, namun eksekusi tidak pernah dilaksanakan di Brunei sejak tahun 1957. UHCHR mendesak Kesultanan Brunei melakukan moratorium formal eksekusi mati dan menghentikannya.


Khusus umat Islam

Penerapan hukum Syariah tahun 2014 diumumkan Sultan Bolkiah tahun lalu. Hukuman ini hanya akan diberlakukan untuk umat Islam di negara tersebut, yang jumlahnya sepertiga dari populasi keseluruhan 420.000 orang.


“Ini karena kami butuh pada Allah yang Mahakuasa, dengan segala kemurahanNya, telah menciptakan hukum untuk kita, sehingga bisa menegakkan keadilan,” kata Bolkiah saat itu.

Selain rajam, pidana syariah memuat hukuman potong tangan bagi pencuri. Namun untuk menerapkan hukum ini tidak semudah yang dibayangkan, ada aturan yang ketat.

Potong tangan hanya akan dijatuhkan bagi barang curian mencapai senilai atau lebih dari seperempat dinar (4,25 gram emas). Kurang dari itu adalah penjara. Sementara hukum rajam hanya diberlakukan untuk pezina yang telah menikah, dengan dihadirkan empat orang saksi laki-laki yang melihat perzinahan itu dengan gamblang.

Sementara itu, yang belum menikah akan dihukum cambuk 100 kali. Hukuman cambuk juga diberikan bagi pengonsumsi khamr atau minuman keras.[spfimadani]
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rilis Berita Islam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger