Latest Post

Showing posts with label Kronik Islam. Show all posts
Showing posts with label Kronik Islam. Show all posts

DDKMT PP Muhammadiyah : Bentengi Umat dari Penyimpangan Syiah

Written By Jurnalis on Tuesday, May 20, 2014 | 1:00 AM

Kebanyakan kalangan awam hanya mengenal Syiah satu kelompok saja. Padahal jika diamati Syiah mempunyai banyak sekte. Termasuk Rafidhoh.
 
Demikian Koordinator Devisi Dakwah Khusus Majelis Tabligh (DDKMT) PP Muhammadiyah, Agus Trisundani dalam seminar yang diadakan  Komite Pembela Ahlu Bait dan Sahabat (Koepas), Ahad (18/05/2014) pagi bertema ‘Membentengi Umat dari Penyimpangan Syiah’.
“Syiah banyak sekte, tapi bersatu jika berhadapan dengan Sunni (Ahlu Sunnah wal jamaah),” ucap Agus.

Menurutnya Syiah mempunyai dua corak.  Pertama, Syiah Politik. Di mana saat ini masuk ke dalam intitusi/lembaga-lembaga strategis Negara. Kedua, Syiah non-Politik. Syiah ini dinilai berkamuflase dengan masyarakat setempat dengan mengikuti berbagai acara.

“Di Indonesia, Syiah ada dua corak, politik dan non-politik,” ucap Agus yang juga merupakan anggota Fatwa MUI.

Selain itu ada pula Syiah Ghaliyah/Ghulat, dimana Syiah ini diyakini lebih ekstrim karena sampai menuhankan Ali bin Abi Thalib.

Meski banyak sekte-sektenya, hampir keseluruhan itu sama dan menyesatkan. Untuk menghentikan penyebaran Syiah,  lanjut Agus, harus satukan pandangan antara ulama dan ormas Islam. Termasuk  memboikot ulama-ulama Syiah yang tampil di media.

“Muhammadiyah juga menolak ajaran itu,” demikian katanya. Acara yang diselenggrakan oleh Komite Pembela Ahlu Bait dan Sahabat (Koepas) ini berakhir kurang lebih pukul 15.00 WIB. Acara seminar yang  selenggarakan di gedung DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) ini turut dihadiri oleh Dr. Amirsyah Tambunan, MA (Wasekjen MUI Pusat), Habib Salim al-Muhdor (Ketua Forum Dai Ahlu Sunnah wal Jamaah, dan Dr Muinudinillah Basri, MA (Ketua Dewan Syariah Surakarta). [sp/hidayatullah]

Pemerintah dan Umat Islam Dianggap Belum Serius Tangani Mualaf

Written By Jurnalis on Friday, May 16, 2014 | 5:00 PM

Jakarta - Pemerintah dan umat Islam di Indonesia belum serius dalam memberikan perhatian kepada mualaf. Perhatian yang dimaksud di antaranya serius bertanggung jawab dalam pembinaan sekaligus pendanaan terhadap anggota baru dalam umat Islam tersebut.
Pasalnya selama ini, usai masuk Islam dan menyatakan syahadat, mualaf terkesan dibiarkan kelangsungan hidupnya. Padahal tak jarang mualaf mendadak miskin, dikucilkan dari keluarganya, dan termasuk bagian dari orang tertindas yang wajib ditolong.
“Mualaf juga masih banyak yang tidak mendapatkan zakat muallaf,” kata Humas Departemen Pendidikan dan Pelatihan Himpunan Bina Muallaf Indonesia (HBMI), Kodiran Salim pada Selasa (13/5).
Hal tersebut disebabkan belum adanya penjelasan dan pengarahan dari pemerintah dan umat, terhadap hak-hak mualaf secara teknis, setelah mereka menyatakan diri masuk agama Islam. Ia menerangkan, seharusnya mualaf mendapatkan zakat dalam tiga kategori yaitu hak sebagai mualaf, sebagai orang miskin, dan sebagai budak yang punya hak untuk dibebaskan karena jadi bagian dari orang tertindas.
Namun menurutnya, penyaluran zakat pada mualaf berdasarkan tiga kategori tersebut belum dapat tersalurkan sebagaimana mestinya. Di samping itu, pemerintah dan umat pun tak boleh mengabaikan faktor penting lainnya, yakni para pembina mualaf.
“Mereka seharusnya mendapatkan penyaluran zakat karena fi sabilillah, dan bahkan harusnya digaji,” lanjutnya.
Maka dari itu, keberadaan HBMI sejak 2011 pun bertujuan menghimpun para pembina mualaf yang tersebar tak terdata di seluruh Indonesia. Jika para pembina mualaf ini sudah terdata, kata dia, maka akan mudah pula mendata para mualafnya, serta memonitor kegiatan mereka agar terjamin keberlangsungannya.
HBMI juga berfungsi menjadi fasilitator dan jembatan para pembina mualaf dengan pemerintah maupun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Namun sampai saat ini, lanjut Kodiran, kegiatan pendataan tidak ada, bahkan penyaluran bantuan zakat untuk mualaf masih sulit.
Jika mengandalkan biaya pribadi, ia belum mampu. Maka itu, ia rutin berkonsultasi dengan pihak pemerintah serta BAZNAS agar keberlangsungan kegiatan pembinaan mualaf berjalan lancar. Dana untuk pembiayaan kegiatan pembinaan dan penyaluran dana untuk mualaf, sejumlah prosedur harus ditempuhnya.
“Karena anggaran untuk kita itu didasarkan dari usulan proyek, berupa proposal, barulah dana cair,” katanya.
Selain itu, pendanaan juga diperlukan untuk membina para pembina mualaf. Para pembina yang tersebar di seluruh tanah air juga harus diberi pembekalan pengetahuan lintas agama, juga pengetahuan sosiokultural. Tujuannya agar pesan Islam bisa tersampaikan kepada muallaf. Sehingga para akhirnya, muallaf akan mempelajari agama Islam dengan menyenangkan, bahka semakin memperkuat keimanannya tersebut.
Ia juga menilai, selama ini perhatian pemerintah dan ummat masih minim terhadap muallaf. “Sedikit sekali tokoh yang mau memerharikan para muallaf, gak ada data yang jelas tentang muallaf, dan kita tidak tahu harus bertanya kepada siapa, jika ingin memonitor jumlah dan tindaklanjut muallaf pasca syahadat,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Kodiran, Kepala Seksi Pembinaan Ketenagaan Lembaga Dakwah dan Majlis Taklim M Faiz Fayadl mengakui, pihaknya tak dapat banyak membantu dalam hal pendanaan. Sebab, tanggung jawab soal penyaluran zakat untuk mualaf serta pembinanya berada dalam tanggung jawab BAZNAS. Sementara pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator. [sp/rol]

Doa Di Tanah Arab, "Surga" Di Tempat Lain

Written By Jurnalis on Thursday, May 15, 2014 | 4:00 AM


Oleh : Ikhwanul Kiram Mashuri

Robana atina fi ad-dun-ya hasanah, wafil akhirroti hasanah, waqina 'adzaban naari. Inilah doa yang paling sering diucapkan oleh umat Islam di seluruh dunia. Wabil khusus oleh orang-orang di Tanah Arab yang hampir seluruhnya beragama Islam.

Doa yang diambil dari Alquran (QS: 2: 201) ini sering juga disebut sebagai doa sapu jagat. Dinamakan demikian, lantaran doa ini singkat saja, namun yang terkandung di dalamnya sangat dalam dan meliputi semua harapan dan keinginan setiap manusia. ''Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan (kehidupan) di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa neraka.''

Coba renungkan, adakah Anda mempunyai keinginan lain semasa hidup ini selain kebaikan? Kebaikan rizki, pekerjaan, karir, rumah tangga, teman, saudara, anak-anak, agama, bangsa, negara, lingkungan, dan seterusnya. Kebaikan dunia -- dalam doa itu -- didahulukan daripada kebaikan di akhirat tentu terkandung makna. Yakni, kebaikan dunia adalah kunci atau jalan menuju kebaikan akhirat. Bila kehidupan dunia dan akhirat sudah baik, semoga kita dijauhkan dari siksa neraka.

Sayangnya, meskipun doa sapu jagat ini diucapkan ratusan dan bahkan ribuan kali oleh umat Islam, terutama oleh mereka yang berada di Tanah Arab, faktanya 'surga' ternyata ada di tempat lain. Tempat lain ini, meminjam istilah pengamat Timur Tengah dari Arab Saudi, Husein Shabakshi, adalah yang menjunjung tinggi keadilan sosial dan toleransi, menghormati hak individu, mengedepankan hukum, menjamin keamanan warga, dan memberi kesejahteraan kepada masyarakat. Inilah yang disebut oleh Shabakshi sebagai menerapkan 'surga Allah di muka bumi'.

Shabakshi menyebut 'surga Allah di muka bumi' ini kini bukan berada di Tanah Arab, tapi di tempat lain seperti di negara-negara Skandinavia (Norwegia, Swedia, dan Denmark), ditambah Finlandia dan Islandia. Bisa juga dimasukkan dalam kelompok ini Swiss dan Kanada. Rakyat di negara-negara tersebut boleh dikata telah menikmati hampir semua kebaikan dunia: sejahtera, aman, damai, toleran, disiplin, terjamin pendidikan dan kesehatannya, dan seterusnya.

Bahkan negara seperti Swedia dikabarkan sedang kekurangan sampah. Kini mereka mengimpor sampah dari negara-negara lain untuk diolah menjadi bahan bakar bagi memutar mesin-mesin industrinya. Ini menunjukkkan, pertama, mereka sangat memperhatikan kebersihan. Bagi mereka, 'kebersihan sebagian dari iman' bukan hanya diucapkan, tapi harus dilaksanakan. Kedua, mereka sangat kreatif sehingga menjadikan sampah bukan sebagai beban, tapi justeru sangat bermanfaat dan dibutuhkan.

Sedangkan Norwegia dikabarkan telah menutup sujumlah penjaranya lantaran tidak diperlukan lagi. Penjara-penjara di negara itu banyak yang kosong lantaran angka kriminalitasnya dari tahun ke tahun terus menurun. Bangunan-bangunan buat menghukum para penjahat itu kini telah dialihfungsikan untuk keperluan lain.

Bagaimana dengan negara-negara Arab dan Islam? Menurut Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, 'berbagai siaran berita cukup menjadi saksi bahwa dunia ini dipenuhi dengan konflik dan kepedihan (nasyaraatul akhbar khoiru syahidin 'ala ma yuhfilul 'alam min shira'aati wa maksa)'. Hal ini dikatakan Raja Abdullah ketika memberi sambutan yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi, Abdul Aziz Khoujah, pada pembukaan pertemuan insan media se-Asia di Jeddah pada 6 Mei lalu.

Sekarang marilah saya kutipkan berita-berita yang dimuat di halaman depan dua media internasional berbahasa Arab, Al Sharq Al Awsat dan Al Jazeera.net, yang terbit kemarin. Al Awsat terbit dari London dan milik keluarga kerajaan penguasa Arab Saudi. Sedangkan Al Jazira.net merupakan bagian dari kelompok media Al Jazeera versi online. Selain online ada Televisi Al Jazeera berbahasa Arab dan berbahasa Inggris serta Al Jazeera cetak. Al Jazeera Group adalah milik keluarga penguasa Qatar. Al Jazeera dan Al Awsat boleh dikata merupakan salah satu rujukan utama para intelektual dan politisi di seluruh Timur Tengah.

'Puluhan ribu warga meninggalkan Dyr Al Zour untuk menghindari serangan An Nashrah dan Da'ish,'' demikian berita utama Al Awsat. An Nashrah dan Da'ish merupakan dua kelompok garis keras yang ingin mendirikan negara Islam di Syam (Suriah). Dua kelompok ini eksis di Suriah dengan memanfaatkan situasi konflik antara pemerintah Presiden Bashar Assad dan kelompok oposisi.

Berita lainnya 'tentara Prancis berhasil membunuh orang dekat pemimpin Alqaida, Belmukhtar, di Mali', lalu 'Alqaida beraksi di sembilan provinsi di Yaman dan tujuh orang bersenjata terbunuh di Abyan (Yaman)'. Berikutnya 'isteri Presiden Obama minta suaminya campur tangan untuk membebaskan murid-murid sekolah yang diculik Bako Haram di Nigeria', 'Bank Dunia memperingatkan bahayanya jumlah pengungsi Suriah yang terus bertambah', 'komandan angkatan bersenjata Irak selamat dari pembunuhan', 'rakyat miskin di Afghanistan tidak ikut menikmati bantuan miliaran dolar'.

Sebelumnya, berita-berita Al Sharq Al Awsat didominasi oleh perebutan kekuasaan di Lebanon, Saudi yang berhasil menggagalkan ribuan orang dari kelompok teroris yang ingin masuk ke negara itu secara ilegal lewat perbatasannya, bom bunuh diri yang terus menghantui warga Irak, pemerintahan Mesir yang terus mengejar orang-orang Ikhwanul Muslimin, perjanjian damai Palestina dengan Israel yang gagal, dan seterusnya.

Sedangkan Al azeera.net kemarin menurunkan berita utama 'kelompok bersenjata yang menyerang Sana'a dan sejumlah provinsi di Yaman pada malam hari', ‘sejumlah warga terbunuh dalam konflik di Halb (Suriah), puluhan orang tewas dalam konflik di Al Fulujah (Irak), dan ‘pendukung Jenderal Sisi dan Shobahi (dua calon presiden Mesir) yang mulai berkampanye’.

Intinya, dunia Arab – seperti diberitakan dua media arus utama di Timur Tengah itu – diliputi dua hal. Pertama, konflik untuk memperebutkan kekuasaan yang seringkali diwarnai dengan kekerasan. Kedua, adanya ancaman terorisme dari kelompok-kelompok garis keras yang ingin memaksanakan kehendak. Ujungnya bisa dipastikan rakyatlah yang menderita. Kini jutaan warga Suriah, Palestina, dan lainnya hidup di pengungsian.

Dan, ketika hidup di negara sendiri sudah seperti neraka, bisa dipahami bila kemudian mereka ingin hijrah ke negara lain seperti Australia dan negara-negara Eropa lainnya untuk mendapatkan ‘surga’ (baca: kehidupan yang lebih baik) di tempat lain. Dengan kata lain,  doa memang dipanjatkan di Tanah Arab, namun ternyata ‘surga’ ada di tempat lain. Wallahu a’lam bis shawab.


Menengok 7 Arsitektur Peninggalan Islam di Spanyol

Written By Jurnalis on Friday, May 9, 2014 | 4:00 AM

 
 
Masa keemasan Islam di Eropa yang saat ini hanya menjadi bahan cerita sejarah bukanlah fiksi, namun benar-benar ada, yang dibuktikan oleh peninggalan berupa bangunan dan ornamen-ornamen, yang kini sudah menjadi komoditi turisme.

Umat Islam di tanah air masih mengenang masa keemasan itu dan menjadikan sebagai spirit kehidupan.

Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M melalui jalur Afrika Utara. Saat itu, Spanyol masih disebut dengan nama semenanjung Iberia yang meliputi Spanyol dan Portugal.

Setelah Islam merambah hingga jazirah Iberia, nama kawasan ini pun berganti menjadi Andalusia. Selama delapan abad menetap di Andalusia, kaum muslimin telah banyak memberi pengaruh terhadap kebudayaan di negeri itu.

Sejumlah kota besar di Spanyol, seperti Cordova, Sevilla, Granada, dan Toledo, masih memiliki peninggalan bangunan bersejarah yang memiliki nuansa Arabia yang begitu kental.Arsitektur Islam di Spanyol terkenal dengan kerumitannya yang elegan sekaligus harmonis. Seperti yang diberitkan frontroll.com

Berikut 7 Arsitektur Peninggalan Islam di Spanyol:

1. Menara Giralda (Seville)
Di kota Seville yang terkenal dengan Giralda, salah satu menara terindah di benua Eropa. Menara ini dulunya adalah minaret (menara masjid) yang kini beralih fungsi sebagai menara lonceng Katedral Seville. Menara setinggi 105 m ini selesai dibangun pada 1198 oleh arsitek Ben Ahmad Baso. Pada puncaknya dulu terdapat kubah tembaga yang kemudian runtuh akibat gempa pada tahun 1365. 

2. Mezquita (Cordoba)
Mezquita (bahasa Spanyol untuk masjid atau mosque) adalah sebutan bagi masjid Agung Cordoba yang kini dialihfungsikan sebagai Katedral Cordoba. Awalnya, bangunan ini adalah sebuah gereja bernama Katedral Saint Vincent yang dibangun pada tahun 600. Setelah Dinasti Ummayad menaklukkan Spanyol, kaum Muslim kemudian mengubah gereja tersebut menjadi masjid. Konon ini dilakukan dengan cara damai, yaitu dengan bermusyawarah dengan umat Kristen dan membeli gereja tersebut.

Pada 987, Masjid Agung Cordoba akhirnya selesai dibangun. Keindahan pilar-pilar masjid ini digambarkan oleh penyair Muhammad Iqbal kala itu bak jajaran pohon palem di sebuah oasis di Syria. Pada 1236, kota Cordoba kembali ditaklukkan oleh tentara Katolik yang kemudian mengalihfungsikan masjid ini menjadi katedral, namun dengan tetap mempertahankan sebagian besar bentuk asli masjid tersebut. 

3. Medina Azahara
Namanya yang indah berarti “kota yang menakjubkan”. Dulunya ini adalah kompleks ibu kota kekhalifahan Ummayad di tanah Andalusia yang terletak 13 km sebelah barat kota Cordoba. Konon lokasi ini dipilih karena keindahan panoramanya. Dibangun antara tahun 936-940, kompleks ini meliputi gedung pertemuan, masjid, kantor pemerintahan, barak, rumah-rumah kediaman, hingga taman. Sayangnya, kompleks ini ditinggalkan oleh umat Muslim sendiri pada tahun 1010 karena perang saudara. Akhirnya kompleks ini terbengkalai dan hanya meninggalkan reruntuhan yang masih bisa kita nikmati sekarang.

4. Alcazar (Seville) 
Alcazar Seville adalah sebuah istana yang dulunya adalah benteng milik kaum Muslim di kota Seville. Hingga kini, istana ini adalah istana tertua di Eropa yang masih digunakan. 

5. Mezquita Bab Al-Mardum
Masjid Cristo de La Luz atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Mezquita Bab Al-Mardum. Masjid ini dibangun pada tahun 999 di kota Toledo. Walau ukurannya mungil, masjid ini dihias dengan ukiran batu yang menggambarkan nuansa arsitektur Arabia. Ukiran ini juga tergambar di bagian dalam ruangan yang diwakili oleh ukiran lengkung di bagian langit-langit.

6. Alhambra (Cordoba)
Alhambra, sebuah benteng yang terletak di kota Granada. Bangunan yang didirikan di abad ke-14 itu dirancang dengan banyak ruang terbuka dan interior yang didominasi warna merah, biru, dan keemasan. Dindingnya dihias dengan motif dedaunan dan kaligrafi yang memperkental nuansa Islami pada bangunan bersejarah itu.

7. Alcazaba de Malaga (Malaga)
Alcazaba adalah sebutan bagi benteng peninggalan bangsa Moor (penguasa Muslim di Spanyol). Alcazaba berasal dari bahasa Arab “al qasbah” yang berrati benteng. Benteng ini dibangun pada abad ke-11. Pada bagian dalamnya terdapat taman dengan interior yang sangat indah. 

Gadis Ini Masuk Islam Setelah Debat Tentang Islam

Written By Jurnalis on Wednesday, May 7, 2014 | 5:00 PM

Meski terlahir dari orangtua Muslim, Aisyah Kamiliya (31 tahun), dibesarkan dalam lingkungan Katolik. Ia tak pernah mempertanyakan agamanya sampai saat ia duduk di bangku SMA.
Liya, begitu ia kerap disapa, memilih untuk tetap berada dalam kelas saat pelajaran agama Islam berlangsung. Meski sebagai non Muslim kala itu, ia diperbolehkan meninggalkan kelas dan pergi ke perpustakaan sekolah.
Ia melakukan itu selama tiga tahun selama bersekolah di sebuah SMA negeri di Jakarta. Tiga tahun pula, ia bertanya dan berdiskusi dengan sang guru agama Islam. Banyak hal-hal yang dianggapnya ‘perlu diluruskan’ dari penjelasan materi pelajaran agama Islam yang ia perhatikan dalam kelas.
Kesabaran guru-guru agama Islam mendengarkan debatnya terhadap Islam membuat Liya tersentuh. ‘’Makin dalam ilmu Islam seseorang, mereka makin sabar mendengarkan. Saya tidak dibantah saat mendebat, guru agama saya malah merasa juga belajar dari saya,’’ tutur ibu tiga anak itu.
Kelas III SMA, Liya menjalani Ramadhan 2000 di kampung halaman orangtuanya di Pulau Sikep, Kepulaun Riau. Liya juga mencoba ikut berpuasa. Merasakan ketenangan, Liya akhirnya bersyahadat. Berislam di kampung halaman orangtua tak serta merta membuat keislaman Liya diterima.[sp/rol]

Islam Jama'ah/LDII Dilarang di Malaysia dan Singapura

LDII/Islam Jamaah telah dinyatakan terlarang di Negara Malaysia
sumber MUFTI Selangor: www.muftiselangor.gov.my
Kebaradaan LDII/Islam Jamaah dimalaysia adalah melanggar hukum Malaysia dan ilegal

LDII/ISLAM-JAMA’AH TELAH DILARANG DI SINGAPURA DAN KEBERADAAN LDII/ISLAM-JAMAAH DI SINGAPURA ADALAH ILEGAL DAN MELAWAN HUKUM SINGAPURA.
sumber MUI Singapura: www.muis.gov.sg
dibawah ini adalah salah satu korespondensi agen LDII di Singapura yang bernama Ihsan Muhyiddin atau Abu Sahl atau Pak Yayan dengan massa internalnya

Sejarah Berdirinya Fakultas Ushuluddin (FIAD) UM Surabaya

Written By Jurnalis on Monday, May 5, 2014 | 7:00 PM

Foto: Gedung Inspire - UM Surabaya
FIAD merupakan kepanjangan dari Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah. Pendirinya adalah Bpk. AM. Nur Salim, M.A. Beliau merupakan lulusan Mesir tahun 1960-an Menjabat sebagai ketua seksi rohani dalam angkatan darat. Beliau mendirikan berbagai fakultas dan diantaranya. FIAT (Fakutas Ilmu Agama dan Tarbiyah) yang ada di Kediri yang masih ada sampai sekarang, FIAS (Fakultas Ilmu Agama Sosial) yang ada di Bangkalan – mati sebelum beridiri, FIAD (Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah) di Surabaya yang masih berlangsung hingga sampai saat ini.

FIAD Universitas Muhammadiyah Surabaya sendiri didirikan pada tanggal 12 September 1964 dan bersamaan dengan itu ada huru hara PKI tahun 1965 sehingga mahasiswa pertama kali masuk terlibat dalam peperangan dalam PKI pada saat itu.

Tempat awal berdirinya FIAD adalah di Embong Malang Surabaya, namun ketika ada harta rampasan (barang ghonimah) daru orang-orang Cina yang sebaian diambil oleh pemerintah Indonesia yaitu di Kapasan, sehingga pada saat itu FIAD yang ada di Embong Malang di pindah di Kapasan pada tahun 1965-1966 dan sampai saat ini FIAD di tempatkan di Kapasan. Tepatnya di Kapasan 73-75 Surabaya.

Dan tempat pertama didirikan FIAD yakni di Embong Malang didirikan masjid dakwah hingga sekarang.
Selain bapak AM. Nur Salim M.A ada juga Bpk H Mas’ud Turwiyo dan Bpk Marsika Fatawi yang pernah menjabat sebagai rektor IAIN berulang kali, ada pula Bpk Rahmat Djatmika yang menjadi rektor di Universitas Bandung, kemudian Bpk Umar Lubis Pimpinan Al-Irsyad Nasyinal yang ada di Surabaya serta Ulama Muhammadiyah Se-Surabaya.

FIAD merupakan perguruan tinggi pertama di Jawa Timur tingkat swasta yang alhamdulillah hingga kini masih utuh berdiri dengan wibawanya yang tinggi, walau telah diubah menjadi Fakultas Ushuluddin namun tidak ditinggalkan nama FIAD dibelakangnya. Yang prodinya merupakan Agama dan Dakwah. Karena FIAD dulu hanya ada perbandingan agama maka Ushuluddin yang seharusnya mayoritasnya adalah agama dan minoritasnya adalah dakwah, maka sarjana yang lulus dari FIAD menjadi seorang dai/daiyah dalam bidang agama atau muballigh. Setiap tahun ketahun sudah mendapatkan akreditasi dan diakui oleh pemerintah sebagai perguruan tinggi Fakultas Ushuluddin.

Kendala yang dihadapi sejak berdirinya FIAD adalah berkurangnya mahasiswa yang memiliki minat dalam jurusan ini. Dan seirngin berkembangnya waktu, yang ada di daerah-daera antara lain seperti Lamongan, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, Sidoarjo yang dulu bergabung di Surabay, kini telah mempunyai perguruan tinhggi sendiri sendiri. Itulah sebabnya awal berkurangnya mahasiswa di perguruan tinggi Surabaya.

Perlu di ketahui bahwa FIAD didirikan ddari Konggres Tabligh Nasional di Indonesia. Saat itu yang dihasilkan adalah perlunya didirikan Fakultas Dakwah. Oleh karena itu FIAD didirikan yang meryakan naungan majelis dakwah di Jawa Timur. Hubungannya dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya yaitu karena pada tahun 1998-1990 pemerintah tidak memperbolehkan satu jurusan memiliki perguruan tinggi sendiri sehingga digabungkan bersama jurusan lain yaitu Syari’ah, Tarbiyah dan Ushuluddin menjadi FAI (Fakultas Agama Islam). Administrasi FIAD berkiblat pada IAIN yang merpakan kopertasi yang digabungkan perguruan tinggi IAIN yang berada di Jalan Jendral Ahmad Yani 117 Surabaya. Walaupun sekarang mahasiswa yang ada di FIAD berkurang, namun Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar masih berlangsung. Setiap bulan Ramadhan FIAD selalu mengirim mahasiswa-mahasiswinya ke berbagai daerah bahkan luar pulau sekalipun.

FIAD sebelumnya hanya di akui sebagai sarjana muda saja, namun alhamdulillah telah diakui kesarjaaannya. Pada periode ke-3 kepemimpinan FIAD ada Bpk Isro Bushnoto, Bpk Ahmad Sunaryo dan Bpk Dr. Hamzah Tualeka ZN, M.Ag yang menjabat sekretaris dan pernah juga menjabat sebagai ketua jurusan. Sekarang di pimpin oleh Bpk. Hamri Jauhari M.Pd.I sebagai ketua jurusan. (siti tazakka)

Pesan Dr. H Hamzah Tualeka ZN, M.Ag:
"Mudah mudahan kedepannya nanti FIAD lebih semarak lagi hingga bisa berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhannya, lebih baik dan lebih baik lagi."

*disadur dari Majalah Al-Fikr, IMM Ushuluddin UM Surabaya - Edisi Juli 2013

Sophia Latjuba Menjadi Muallaf Setelah Membaca Buku Ini

Sophia Muller atau yang akrab dikenal Sophia Latjuba telah menyatakan diri sebagai mualaf. Spekulasi banyak bermunculan tentang alasan Sophia pindah agama. Kepindahan Sophia Latjuba dikaitkan dengan sebuah buku yang pernah diunggahnya di akun twitter, Sabtu (26/4/2014). Buku apakah?
Sebelum ramai dibicarakan media, Sophia mengunggah gambar sebuah buku dengan sampul berjudul Destiny Disrupted: A History of the World Through Islamic Eyes, karya Tamim Ansary. Buku ini sebenarnya telah muncul versi Indonesia yang berjudul Dari Puncak Bagdad; Sejarah Dunia Versi Islam.
Buku ini sebenarnya sudah populer di kalangan aktifis masjid atau mahasiswa. Buku ini menjelaskan sejarah dunia yang diceritakan dengan sudut pandang peradaban Islam khususnya Arab.
Pengarangnya, Tamim Ansary, memiliki latar belakang yang menarik. Seorang keturunan Afghanistan ini melnajutkan studinya ke AS untuk mendapat beasiswa pada saat merampungkan sekolah menengah atasnya di Kabul.
Dia melanjutkan pendidikannya ke Reed College, sebuah kampus privat yang mahal.
Reed College adalah kampus Steve Jobe, pendiri Apple yang akhirnya putus kuliah karena tak sanggup bayar biaya kuliah.
Ansary telah menulis beberapa buku kontemporer yang membahas secara mendalam konflik-konflik di Afghanistan.
Ansary juga pernah menulis sebuah novel, The Widow’s Husband, yang menggambarkan invasi Inggris terhadap Afganistan pada abad 19, baik dari perspektif Afganistan maupun Inggris. [sp/solopos]

Gadis Ini Mengucap Syahadat di Masjid Kauman

Written By Jurnalis on Sunday, May 4, 2014 | 7:00 PM

Yogyakarta- Islam merupakan satu-satunya agama yang benar dan yang diridhoi Allah. Di Masjid Kauman, Kamis kemarin ada upacara pengislaman seorang gadis yang diperkenalkan islam oleh kakaknya, namun selama ini mempunyai hambatan yang sangat besar dari faktor keluarga. Alhamdulillah atas informasi yang beredar dan doa dari para jama'ah sekalian, saudari kita telah mantab hati berpindah agama dan melaksanakan proses syahadat di Masjid Gedhe Kauman Kamis, 1 Mei 2014 setelah solat maghrib. Selain itu, Hari Ahad kemarin 4 Mei juga diadakan upacara pengislaman seorang pemuda. Mari sebarkan dakwah islam dengan penuh hikmah dan kebermanfaatan.#AyokMasukIslam



Grand Lunching ODOJ Memecahkan Rekor Dunia


KOMUNITAS baca Al-Quran atau terkenal dengan One Day One Juz, Ahad kemarin (4/5/2014) menggelar acara Grand Launching (GL ODOJ) di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Gelaran yang mengusung tema “silaturahmi akbar” ini, diperkirakan mencapai 50.000 orang yang manghadiri. GL ODOJ memberikan penghargaan kepada odojer–sebutan anggota odoj–tertua dan termuda. Odojer tertua diberikan kepada seorang ibu yang berumur 70 tahun, dan termuda yakni umur 8 tahun. Serta penganugerahan utk admin terbaik dan admin tergigih di ODOJ

Selain itu dalam rangkaian acara ini dilakukan pemutaran film ODOJ yang dibintangi Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi. Acara ini disiarkan live oleh tv one lewat acara damai indonesikau. Dalam kesempatan ini menghadirkan pembicara Ust. Yusuf  dan perwakilan dari MUI Pusat, Ust.Fahmi Salim,MA.



Direktur Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana mengakui bahwa komunitas One Day One Juz (ODOJ) yang menyelenggarakan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama belum pernah dia dengar sebelumnya baik di Indonesia maupun di dunia.

"Saya belum pernah mendengar ada peristiwa yang sedemikian dahsyat seperti yang terjadi hari ini. Ini menunjukkan kerendahan hati anda semua," ujar Jaya Suprana sebelum menyerahkan piagam rekor MURI untuk komunitas ODOJ di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (4/5).

Dia mengatakan, awalnya yang diajukan ke MURI waktu itu adalah sebagai rekor Indonesia.

"Namun setelah menyaksikan apa yang telah terjadi disini, maka kami tidak memberikan rekor ini sebagai rekor Indonesia, kami dengan sangat menyesal tidak akan memberikan sebagai rekor Indonesia, karena rekor ini adalah rekor dunia," lanjut Jaya yang disambut pekikan takbir oleh para ODOJers yang memenuhi ruangan Masjid Istiqlal.

Jaya mengatakan peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat mengharukan. Gerakan One Day One Juz ini adalah untuk memanggil bangsa Indonesia.

"Karena ini adalah rekor dunia, maka yang menerima panggilan untuk gerakan ini bukan hanya bangsa Indonesia tetapi seluruh umat manusia di planet bumi ini," katanya.

"Atas rekor membaca Al-Qur'an dengan peserta terbanyak dianugerahkan kepada komunitas One Day One Juz," ujar Jaya Suprana saat menyerahkan piagam rekor dari MURI tersebut.
[sp/onedayonejuz.org]

Orang Berjenggot di Xinjiang Mendapat Cap Teroris

Urumqi - Pihak berwenang di Provinsi Xinjiang, Cina, menawarkan hadiah uang tunai kepada para warga yang mau melaporkan tetangga mereka yang memelihara janggut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat untuk menekan praktik keagamaan masyarakat Muslim Uighur di wilayah tersebut.
“Kebanyakan masyarakat Xinjiang hidup dalam kemiskinan. Jadi, lewat insentif ini, pemerintah mencoba mendorong orang-orang Uighur untuk mengkhianati sesama mereka dengan iming-iming keuntungan finansial,” kata Juru Bicara Kongres Uighur Dunia (WUC), Alim Seytoff kepada Aljazeera akhir pekan ini., seperti yang dilansir republika online.
Dia menuturkan, pemerintah Cina baru-baru ini mengumumkan penawaran hadiah bagi setiap informan yang mau melaporkan tetangga mereka yang memelihara janggut. Besaran hadiah yang ditawarkan pun variatif, yakni mulai dari 50 hingga 50 ribu yuan (berkisar delapan sampai 8.000 dolar AS).
Ini bukanlah kali pertamanya otoritas lokal Cina berupaya menghapus praktik keagamaan umat Muslim di wilayah Xinjiang. Agustus lalu, seorang warga bernama Arzugul Memet, diusir paksa dari kontrakannya lantaran mengenakan cadar.
Tak hanya itu, pihak berwenang di Xinjiang juga telah meluncurkan kampanye berlabel ‘Project Beauty’. Tujuannya adalah untuk mencegah penduduk setempat mengenakan kerudung yang sudah menjadi praktik umum berbusana di kalangan perempuan Uighur.
Provinsi Xinjiang telah mendapatkan hak otonomi sejak 1955. Namun demikian, wilayah ini terus saja dijadikan sasaran tindakan keras keamanan besar-besaran oleh pemerintah Beijing. Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang Cina melakukan tindakan represif terhadap hak beragama Muslim Uighur di Xinjiang dengan dalih menangkal terorisme.[s

Perbedaan Awal Syawal Karena Tidak Ada Ulil Amri

Written By Jurnalis on Saturday, May 3, 2014 | 7:00 PM

 

Kedatangan bulan Ramadhan dan Idul Fitri kurang dari dua bulan lagi.  Namun, bulan suci dan hari raya acap kali hadir ditandai dengan adanya ‘ketegangan’ antar kelompok akibat perbendaan penetapan bulan.
Selasa kemarin, bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jakarta dilangsungkan sarasehan bertajuk“Astofotografi sebagai Rukyat Bil-ilmi”.
Dalam Workshop yang sebelumnya telah dibuka Mendikbud Mohammad Nuh dan dihadiri pakar Astrofotografi dari Prancis, Thierry Legault, ia menjelaskan rukyat dalam Bahasa Arab sendiri bukan hanya berarti melihat secara kasat mata, namun melihat secara mengetahui.
“Jadi, rukyat itu bisa bil ilmi (dengan pengetahuan/iptek) dan metode astrofotografi itu hakekatnya merupakan rukyat bil ilmi juga,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam pembukaan.
Sementara pakar Astrofotografi Thierry Legault, menjelaskan alat astrofotografi itu bisa diprogram secara “computerized” untuk mengarah kepada objek tertentu, lalu alat itu akan mengikuti pergerakan objek sesuai keinginan pengguna alat.
Sementara itu, penggagas acara “Astrofotografi sebagai Rukyat Bil-ilmi” Agus Mustofa  mengatakan masalah utamanya perbebedaan karena subyektivitas yang terlalu besar sehingga sulit dipertemukan.
Menurutnya, di dalam hal teknis pun dalil ditafsiri dengan berbeda.
“Subyektivitas terlalu besar. Dalil pun ditafsiri berbeda,” ucap penulis buku-buku tasawuf lulusan Teknik Nuklir, Universitas Gadjahmada (UGM), Yogyakarta ini.
Sebelum menggelar Workshop, ia sempat menulis buku berjudul ‘Jangan asal Ikut-ikutan Hisab & Rukyat’.
Hadir dalam acara itu perwakilan PBNU Masdar Farid Mas’udi Prof. Syamsul Anwar, Ketua Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammaadiyah dan Mr. Thierry Legault dari Prancis.
Sementara itu Masdar Farid berpendapat bahwa terjadinya “ketegangan” di setiap penentuan bulan Ramadhan dan Idul Fitri lebih disebabkan karena tidak adanya pemimpin yang dianggap ulil amri. Tidak seperti jaman Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan para Sahabat.  K.H Masdar pun mengingatkan bahwa rukyat itu sangat penting menentukan bulan.
“Jaman Rasul rukyat paling penting. Tidak berbarengan karena ada ulil amri,” ujarnya. [sp/hidayatullah]

Suku Tengger Berbondong-bondong Masuk Islam

Written By Jurnalis on Sunday, April 27, 2014 | 7:40 PM

Banyaknya jumlah pemeluk Islam dari suku Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Lumajang selama ini tidak diimbangi dengan jumlah masjid sebagai sarana ibadah utama.
 
Bahkan selama ini, di Dusun Pusung Duwur,  Argosari hanya ada satu bangunan berukuran 3 x 5 meter yang berfungsi sebagai tempat shalat, itupun sangat jauh dari layak.

Di dusun ini tercatat ada 122 kepala keluarga (KK), di mana 26 di antaranya telah memeluk agama Islam.

Atas prakarsa Baitul Maal Hidayatullah (BMH) pendanaan oleh salah satu donatur yang peduli atas kondisi ini maka berdirilah Masjid Baiturrohmah.

Masjid berukuran 12×12 meter ini mulai dibangun  pada bulan April 2013 lalu dan insyaAllah selesai tepat di pekan kedua bulan Mei 2014.

Masjid yang diperkirakan bisa menampung sekitar 100 jamaah ini diharapkan menjadi sentra ibadah umat Islam desa Argosari.

Masjid Baiturrahmah adalah masjid kedua setelah masjid yang dibangun BMH di dusun Puncak tahun 2010 silam, yang termasuk masjid tertinggi di Pulau Jawa karena terletak di ketinggian 2900 meter  di atas permukaan laut.

InsyaAllah, Ahad pagi (27/04/2014) Masjid Baiturrahmah akan diresmikan langsung oleh Bupati Lumajang Dr. H Sjahrazad Masdar, MA, sekaligus memimpin acara peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Agro Dakwah Mualaf Tengger.

Acara ini  akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh warga Muslim yang rata-rata baru memeluk Islam di desa ini. Kehadiran orang nomor satu di Lumajang ini diharapkan juga akan memberikan perhatian lebih bagi desa ini nantinya.

Bersamaan dengan acara peresmian masjid ini akan dihelat juga Silahturrahim Da’i Hidayatullah yang dihadiri lebih dari 100 Orang da’i se Jawa Timur untuk mengenal langsung tradisi masyarakat mualaf suku Tengger agar dalam berdakwah  kondisi sosial kemasyarakatan bisa terwadahi secara maksimal.[sp/hidayatullah]

Prof. Dr. Amien Rais : UU di Indonesia Kebanyakan Menguntungkan Asing

Written By Jurnalis on Thursday, April 24, 2014 | 5:00 PM



Amien Rais mengawali ceramahnya di Tabligh Akbar Pengajian Politik Islam dengan menyorot perkembangan politik Timur Tengah yang menyedihkan. Menurut Amien dua setengah lalu media massa internasional menyebut perkembangan politik di Yaman, Libia, Tunisia Mesir dan lain-lain sebagai Arab Spring. Musim Semi Arab, dimana masyarakat bersuka cita dengan musim itu. Tapi kini apa yang terjadi? Mengutip seorang pengamat, Amien menyatakan bahwa “Musim Semi Arab kini berubah menjadi musim gelap, panjang dan menakutkan.” Amien mencontohkan salah satunya adalah pembantaian orang-orang Ikhwanul Muslimin di Mesir. Di mana mayat-mayatnya dibawa berkeliling tentara-tentara Al Sisi ke tempat-tempat keramaian.

Amien yang berterus terang pernah bertemu dengan Presiden Irak Saddam Husein dua kali, juga melihat Amerika semena-mena terhadap dunia Islam. Selain penyerangan kepada Irak, perlakuan terhadap Saddam juga tidak manusiawi. Terlepas dari kezaliman Saddam terhadap sebagian rakyatnya,  Amien melihat Saddam ini orang yang berani melawan Amerika. “Sehingga ketika digantung ia menolak ditutup wajahnya dan mengucapkan tahlil (Laa Ilaaha Illallah)”terang mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini.

Selain pernah bertemu dengan Saddam, Amien juga mengaku telah bertemu tiga kali dengan Pemimpin Libia Muammar Khadafi. Ia terkesan bila bertemu dengan Khadafi. “Pertemuan selalu diawali dengan pembacaan ayat Al Qur’an dahulu beberapa menit. Kemudian baru mulai membahas masalah-masalah di dunia Islam,”paparnya di depan ribuan jamaah Masjid Al Azhar Kebayoran Baru. Tapi, Khadafi kemudian diburu dan dibunuh AS. “Jenazahnya diedarkan dipasar-pasar,” ungkap Amien sambil menyebutkan bahwa bagaimanapun Saddam dan Khadafi adalah tokoh dunia Islam.

Yang menyedihkan adalah reaksi dunia Islam terhadap berbagai kejadian ini. “Reaksi dunia Islam tenang-tenang saja,”ungkapnya dengan nada pelan dan disambut tertawa jamaah yang memenuhi masjid. 

Amien kemudian mengutip ayat Alquran :

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama/millah mereka. Katakanlah”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak aka nada bagimu pelincung dan penolong dari Allah. (QS Al Baqarah 120).

Amien menjelaskan bahwa dua millah itu tidak ridha dunia Islam tumbuh dengan alami. Di Indonesia Amien juga menyorot fenomena adanya pemimpin yang mengaku Muslim, tapi dengan Nashrani dan Yahudi dekat sekali.

Fakta yang tidak terbantahkan bahwa Indonesia adalah negara Muslim yang terbesar di muka bumi. Dan di Indonesia ini, menurut Amien, masalah terbesar adalah tidak tegaknya keadilan. Pakar politik Islam ini menyatakan bahwa Islam adalah “the religion justice”, maknanya umat Islam selalu resah terhadap ketidakadilan atau kezaliman. Karena itu Amien mengusulkan landasan bagi Muhammadiyah, NU dan Dewan Dakwah, di samping amar makruf nahi mungkar, perlu ditambah dengan ‘menegakkan keadilan dan menghilangkan kezaliman’.

Amien kemudian dengan fasih mengutip ayat-ayat Al Quran tentang keadilan. 
 “Dan diantara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan dengan itu pula mereka menjalankan keadilan.” (Al A’raf 159) 

“Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya dibawah kekuasaan orang lain, yang tidak berdaya berbuat sesuatu dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik, lalu Dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji hanya bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

“Dan Allah (juga) membuat perumpamaan dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, kemana saja dia disuruh (oleh penanggung itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus.?” (QS An Nahl 75-76)

Amien juga menjelaskan bahwa adil itu adalah kosakata dari Al Qur’an. Tidak ada dalam bahasa Jawa, Batak dan lain-lain. Pancasila menyebut adil dua kali dalam silanya. Kemanusiaan yang adil dan beradab dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi menurut Amien, penting menegakkan keadilan ini di Indonesia. Apakah keadilan politik, keadilan ekonomi, keadilan hukum dan lain-lain di negeri ini.

Dalam Tabligh Akbar Pengajian Politik Islam di Masjid Al Azhar, Ahad 30 Maret itu, Amien meresahkan banyaknya UU produk DPR dan Presiden yang sebagian besar menguntungkan pihak asing. “Ambil secara random UU itu. Maka akan ditemukan bahwa kepentingan asing lebih didahulukan. Hampir semua UU merugikan bangsa sendiri,”ungkapnya dengan nada serius.

Dosen Ilmu Politik UGM ini menjelaskan lebih lanjut tentang keadilan ekonomi yang tidak di negeri Muslim ini. “Pertamina dan Medco misalnya hanya menguasai 20 persen eksplorasi minyak di negeri ini. 80 persen dikuasai Exxon, Mobile Oil dan lain-lain,”terang Amien. Begitu juga karena ‘terlalu cerdasnya’ pemerintah, sehingga pertambangan Freeport –pertambangan terbesar di dunia- pemerintah hanya dapat royalty 1%. “Padahal ketika saya tanya penambang-penambang Australia yang kerja di sana apakah mereka keberatan jika pemerintah Indonesia mendapat royalti 7%? Mereka menyatakan tidak keberatan dan wajar,”papar Amien.

Suatu saat Amien berkunjung ke Riau dan diceritakan sama sahabat-sahabatnya di sana bahwa Pabrik Pengolahan Gas di Natuna/Riau pipanya sampai ke Singapura. Dan Singapura lah yang menentukan produksi gas di sana. Amien juga menjelaskan bahwa bila dirinya dan Fuad Bawazier misalnya mau membuat perusahaan penerbangan yang melewati Padang, Batam, Riau, Jakarta (rute dalam negeri) izinnya pun harus ke pemerintah Singapura.

Amien mengakui perjalanan reformasi 15 tahun ini bukan ‘so far so good’ tapi ‘so far so bad’. “Kesenjangan antara orang kaya dan miskin makin melebar. Ada orang yang makan sampai kekenyangan (‘kemlekaren’) tapi ada juga orang yang sampai siang hari tidak makan karena tidak ada makanan,”paparnya.

Karena itu,  mengutip Sayidina Ali, Amien mengungkapkan bahwa orang yang sedang kelaparan tidak bisa diajak bicara tentang Surga dan Neraka. “Beri makan dahulu, baru bisa diajak berfikir,”terangnya. Dan Amien menceritakan, suatu saat tahun 1955 ketika ia kelas 5 SD, berlangsung Pemilu. Ia ingat bahwa Partai Masyumi membuat ‘papan reklame’ tentang program-program Masyumi. Ia membaca di papan itu diantaranya tertera programnya memperbaiki jalan dan memperbanyak WC umum. Kebetulan ada tukang kayu di sampingnya yang ikut membaca. Orang itu kemudian berkata sendiri (‘grenengan’): “Memperbanyak WC umum, wong makan aja susah.”

Dalam pengajian politik di Al Azhar itu, pesertanya membludak ribuan, hingga tidak tertampung dalam masjid. Hadir juga dalam acara itu, Ustadz Bakhtiar Natsir, Mayjen (purn) Kivlan Zain, Dr Fuad Bawzier, Ustadz Alfian Tanjung, Imron Pangkapi, Ustadz Muhammad Al Khathath dan lain-lain. [sp/SIonline/nuim hidayat]
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rilis Berita Islam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger